LAMONGAN, arekMEMO.Com – Seiring dengan dimulainya tahun ajaran baru 2026-2027, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disalurkan kepada siswa mulai Senin 13 Juli 2026, Kondisi ini salah satunya berlangsung di Sekolah MI Unggulan Sabilillah (MIUS) Lamongan. Menu MBG istimewa yang dibagikan hari itu langsung menarik perhatian siswa penerima manfaat, siswa melahapnya hingga habis.
Ungkapan rasa kangen banyak dilontarkan siswa penerima manfaat, masa liburan hampir sebulan membuatnya kangen dengan menu masakan yang disajikan dalam Makan Bergizi Gratis program yang dicetuskan oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Mengobati rasa kangen siswa kepada MBG, SPPG Sidomukti Lamongan menghadirkan menu yang terdiri dari Nasi, Opor Ayam, Tempe Mendoan, Acar Matang dan Buah Semangka sebagai pelengkap.
Nadira, salah satu siswa kelas 4 MIUS mengatakan, jika sejak liburan ada rasa kangen kepada menu MBG, selain rasa dan menu masakannya, yang bikin kangen lagi adalah keseruan saat makan bersama dengan teman-teman di kelas.” Menunya hari ini ayam dimasak opor, itu favorit saya, apalagi sudah hampir sebulan nggak rasakan menu MBG jadi seneng melahapnya.” Ungkap Nadira.
Sementara itu Kepala Sekolah MIUS Uswatun Hasanah menyebut, jika selama program MBG berlangsung, tidak ada keluhan dalam hal penyajian maupun kwalitas masakan.” Sejauh ini siswa sangat suka dan lahap dengan menu MBG yang disajikan, itu berarti mereka sangat berkenan dengan menu yang diberikan selama ini. Jadi program ini wajib keberlanjutannya.” Tegas Uswatun.
Sedangkan salah satu Mitra SPPG Sidomukti Lamongan, Zumrotun Khabiba mengapreasiasi antusiasme siswa kepada program MBG, terlebih lagi Khabiba menyebutkan, jika dengan dikirimnya MBG pada hari ini membuktikan bahwa MBG akan terus berlanjut dan tidak akan di hentikan.
“Program MBG itu manfaatnya sangat bagus, bukan hanya untuk penerima manfaat, tetapi juga untuk petani dan peternak. Dampak positif MBG sangat bisa dirasakan dengan naiknya harga penjualan hasil peternakan dan pertanian”. Ujar Khabiba.
Seperti diketahui sebelumnya, BGN menghentikan sementara distribusi MBG selama masa libur sekolah. Kebijakan ini disebut mampu menghemat anggaran hingga lebih dari Rp 3 triliun.(Sak)
