LAMONGAN, arekMEMO.Com – Dugaan penyalahgunaan lahan produktiv yang dilindungi untuk kepentingan perumahan, dan melibatkan PT. Ababil Group, saat ini tengah diseriusi Kepolisian Resor (Polres) Lamongan. Keseriusan ini dilakukan dengan terus mendalami laporan. Dalam proses penyelidikan yang sedang berjalan, penyidik Satreskrim Polres Lamongan berencana memanggil pimpinan perusahaan tersebut untuk dimintai klarifikasi.
AKP Rizky, Kasat Reskrim Polres Lamongan mengungkapkan, jika tahapnya masih penyelidikan (lidik), untuk mengumpulkan berbagai keterangan dan bahan informasi yang diperlukan.
“Pihak perusahaan sebenarnya sudah memenuhi undangan klarifikasi awal melalui perwakilan stafnya. Dalam pertemuan tersebut, penyidik telah meminta sejumlah penjelasan terkait persoalan yang sedang ditangani.” Tegas Rizky.
“Dinilai saat ini perlu adanya keterangan langsung dari pimpinan perusahaan guna memperjelas sejumlah hal yang masih membutuhkan pendalaman”. Imbunya
Hingga saat ini Satreskrim Polres Lamongan telah mengirimkan undangan klarifikasi kepada pimpinan PT Ababil. Selain memanggil pihak perusahaan, kepolisian juga berencana mengundang sejumlah pihak lain yang dinilai memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses penyelidikan berjalan objektif serta memperoleh gambaran yang utuh mengenai peristiwa yang terjadi.
Sementara itu, Afif Muhammad, Ketua Lembaga Persatuan Pemburu Koruptor (LPPK) selaku pelapor meminta Polres Lamongan menindak lanjuti kasus tersebut secara transparan dan profesional.
“Kita tetap mengawal kasus tersebut. Sekaligus menegaskan ulang kepada penyidik untuk memanggil instansi terkait, terutama yang berperan terhadap pemberian rekomendasi alih fungsi lahan sawah dilindungi (LSD) yaitu memanggil Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Kepala Kantor Badan Pertanahan Lamongan,” ujarnya.
Kita juga meminta Polres Lamongan, tegas serta serius meminta penjelasan kepada pihak terlapor, yang diduga melakukan penyalahgunaan lahan sawah dilindungi untuk pembangunan perumahan. (Sak)









